• 022 – 5408786, 88886777
  • 022 – 5418381

SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI

Peluang menjanjikan dari Bisnis Sewa Pergudangan

Gudang atau warehouse storage berfungsi sebagai tempat penyimpanan, sebagai pusat logistik, serta sebagai tempat konsolidasi untuk distribusi. Lebih dari itu, gudang juga dapat digunakan sebagai tempat alternatif investasi properti yang menguntungkan.

Properti merupakan sektor yang banyak dijadikan pilihan bagi tiap orang yang ingin berinvestasi. Keuntungan yang berlipat tentunya menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun demikian, masih banyak orang yang kebingungan untuk menentukan subsector properti apa yang akan dipilih.

Berinvestasi dalam bentuk rumah, apartemen, ruko atau gudang bisa menghasilkan pemasukan yang lebih besar jika dibandingkan dengan investasi dalam bentuk tanah. Gudang misalnya, bisa disewakan sehingga tidak perlu khawatir terhadap biaya yang dikeluarkan untuk merawatnya, namun kita tetap dapat menerima untung dengan biaya sewa yang kita tawarkan. Saat ini, sewa gudang mulai dari Rp70 ribu - Rp120 ribu per meter setiap bulannya. Bila diasumsikan seorang investor membeli tanah terkecil, yakni 480 m², maka penyewa bakal mendapatkan keuntungan sewa sekitar Rp43 juta per bulan.

Indikator yang menyebabkan sewa pergudangan berkembang adalah pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, apabila perekonomian tumbuh dengan sehat, pasti lalu lintas barang dan kebutuhan logistik akan bertambah dan distribusi pun akan merangkak naik. Apalagi, untuk saat ini, kondisi pergudangan cukup prospektif. Pasalnya, saat ini, pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan akan mulai kembali bertumbuh. Selain itu, perusahaan-perusahaan e-commerce yang saat ini tengah menjamur juga membutuhkan tempat untuk menyimpan barang barangnya. Termasuk, berbagai perusahaan asal Jepang yang gencar-gencarnya membangun pabrik di Indonesia. Sedangkan untuk permintaan gudang, hampir sebagian berasal dari perusahaanperusahaan yang sudah beroperasi dan melakukan ekspansi di kawasan-kawasan industri seperti Bekasi, Bogor, Tangerang dan Karawang, maupun perusahaan multinasional yang baru masuk pasar Indonesia.

Untuk segmentasi pembeli gudang saat ini tidak hanya dari end user tetapi juga para investor. Pasalnya, investasi gudang dinilai menguntungkan. Ini tak lain karena return on investment (ROI) sewa properti jenis ini bisa mencapai 7-8%, dengan capital gain 20%-30% per tahun.

Peluang itulah yang kemudian ditangkap oleh para pengembang dengan membangun komplek pergudangan. Jika mereka selama ini fokus membangun perumahan, pusat belanja, maupun perkantoran, sekarang ramai-ramai menambah portofolio pergudangan. Sebut saja Cengkareng Business Center, BizPark Commercial Estate, Biz Hub Serpong, Duta Indah Karya, Marunda Center, Surya Kadu, The PRIME Sentra Niaga, Taman Tekno Tahap 8 serta Woodland Bizhub Tambun. Green Sedayu Biz Park di daerah Daan Mogot, Jakarta, yang dibangun oleh perusahaan pengembang Agung Sedayu Group, Surya Gran Cisoka (SGC), dan Smart Warehouse Olympic CBD Sentul.

Kondisi ini pula yang menjadi salah satu faktor bagi Ciputra Group untuk mengembangkan kawasan pergudangan. Dimulai pada 2008, Ciputra Group memulai mengembangkan BizPark commercial Estate di Kawasan Pulo Gadung, Jakarta. Disusul BizPark tahap 2 di Jalan Raya Penggilingan, Jakarta. Lantas berkembang BizPark Banjarmasin, BizPark Bandung, BizPark Bekasi, dan di wilayah Tangerang dengan brand Citra Raya Bizlink. Direktur Ciputra Group Iskandar Witjaksono menuturkan, saat ini industri pergudangan cukup prospektif karena pemerintah getol membangun infrastruktur dan perbaikan logistik, sehingga pergudangan menjadi fasilitas penting.

BizPark Bekasi sendiri menawarkan 5 tipe pergudangan, yakni gudang 6 (Luas tanah 132/luas bangunan 217), gudang 8 (luas tanah 200/luas bangunan 133), gudang 10 (luas tanah 300/luas bangunan 220), gudang 12 (luas tanah 432 / luas bangunan 385), gudang 24 (luas tanah 864 / luas bangunan 689). Aksesnya pun strategis, yakni berlokasi di Jalan Sultan Agung, memiliki akses pintu tol Cakung-Pulo Gadung yang terhubung langsung dengan jalan tol Lingkar Luar menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta. Selain itu juga dapat diakses melalui tol Bintara & tol Bekasi Barat. Hanya sepuluh menit dari pintu tol Bekasi Barat.

Selain lokasi, Iskandar mengatakan, bahwa hal yang penting untuk kawasan pergudangan adalah akses pintu masuk dan jalan yang luas, sehingga truk-truk besar dan container cukup leluasa untuk unloading di dalam gudang. “Saya kira untuk pergudangan yang penting itu adalah bahwa lokasinya mempunyai akses yang leluasa. Selain itu, kualitas gedung yg kuat, akses internet, dan untuk gudang sewa ada juga yg temperature controlled. Satu lagi, yang paling penting adalah keamanan, karena untuk urusan logistik keamanan itu nomor satu,” ujarnya. Namun, menurutnya untuk saat ini salah satu hambatan sektor pergudangan adalah kesediaan lahan yang cocok, termasuk peruntukan yang tepat untuk pergudangan. Bahkan, bagi perusahaan perusahaan besar seperti Unilever memiliki gudang yang kriterianya lebih kompleks, seperti penggunaan tekonologi yang lebih canggih “Terdapat banyak kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pembangunan gudang, seperti letak, jumlah demand (permintaan), fasilitas, jenis gudang, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Selain Ciputra Grup, Olympic Development juga salah satu developer yang mengembangkan pergudangan. Gudang ini merupakan gudang pintar pertama dan dibangun di kawasan Depok, Bogor di Kawasan Gudang Terpadu yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Sentul. Menurut Sales & marketing Director Olympic Development, Imelda Fransisca, lokasi Gudang Pintar strategis, karena dekat dengan pintu tol Jagorawi dan dilalui oleh rencana LRT Cawang-Bogor. “Karena akses inilah yang menyebabkan nilai investasi akan berkembang di kawasan Gudang Pintar di Sentul. Potensi keuntungan hingga 50%, yield 6% – 8% dan capital gain di atas 20%,” ujar Imelda.

Tak kalah, PT Surya Semesta Perkasa juga memiliki portofolio di pergudangan. Setelah sukses mengembangkan sentra kompleks pergudangan Surya Balaraja dan Surya Kadu, kini PT Surya Semesta Perkasa, menghadirkan Surya Grand Cisoka (SGC), bangunan gudang plus rumah. Konsep ini merupakan bangunan gudang modern yang dikombinasi dengan tempat tinggal. SGC berada di areanya seluas 26 hektar dengan jumlah unit sekitar 400 unit. Surya Grand Cisoka, gudang plus rumah, ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi, serta dilengkapi dengan ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga. Surya Grand Cisoka menyasar para pedagang dan pelaku bisnis lainnya yang saat ini jumlahnya terus meningkat. “Surya Grand Cisoka memang merupakan konsep baru di dunia properti nasional, dimana kita mengkombinasikan gudang yang modern dengan tempat tinggal. Ini sama halnya, konsumen membeli satu tempat usaha, namun mendapatkan bonus tempat tinggal 2 lantai,” kata Rita Megawati, Principal LJ Hooker Gading Serpong Gudang plus rumah, Surya Grand Cisoka, kata Rita, memiliki luas bangunan, mulai dari tipe-tipe 7m x 30m, tipe 9m x 40m, dan tipe 11m x 40m. Adapun harganya mulai dari Rp 888 juta, namun mulai bulan ini hingga bulan depan, PT Surya Semesta Perkasa memberikan promo dengan harga menjadi Rp 789 juta.

Inovasi Gudang Pintar tak bisa dipungkiri seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, akses dan lokasi saja tak cukup untuk memenuhi permintaan penyewa atau pembeli gudang. Oleh sebab itu, pengembang yang berada di sektor pergudangan mencari cara untuk mengabulkan keinginan tersebut. Kemudian, hadirlah gudang pintar yang berusaha untuk menjawab kebututuhan konsumen, sehingga kawasan pergudangan pun ikut berkembang. Saat ini, baru Olympic Development yang merupakan pionir sekaligus satu-satunya yang mengembangkan pergudangan berbasis smart warehousing. Sama halnya dengan smart home, gudang pintar memang memiliki kelebihan di bidang teknologi. Sebut saja, seperti menyediakan akses internet super cepat yang memungkinkan untuk meng update data secara cepat dan akurat. Selain itu, ada pula remote access control sehingga pemilik atau penyewa gedung bisa mengakses real time CCTV untuk keamanan, penggunaan listrik, serta peralatan elektronik menggunakan mobile phone. Dengan adanya teknologi tersebut, penyewa dapat meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya operasional. Sedangkan untuk harga, gudang pintar dibanderol mulai dari Rp3,2 miliar untuk ukuran mulai dari 360m2.

©2017 Bizpark Bandung All right reserved   Developed by javwebnet